Baru-baru ini, Angkatan Udara Israel menyatakan telah menjatuhkan lebih dari 1.200 bom di Iran dalam serangan gabungan dengan Amerika Serikat selama 24 jam terakhir. Ratusan orang tewas dalam serangan tersebut.
Meski jauh, namun Indonesia kemungkinan akan merasakan imbas dari konflik ini terutama dari sisi ekonomi. Wakil Presiden ke-10 dan 12 RI, Muhammad Jusuf Kalla (JK) sempat menganalisis dampak ekonomi Indonesia Amerika Serikat dan Israel menyerang Iran. Salah satunya adalah harga minyak akan meningkat karena logistik dari Timur Tengah seluruhnya terputus pascaserangan.
"Pertama, tentu harga minyak naik, pasti itu pertama. Logistik antara Timur Tengah dan kita seluruhnya terputus. Sekarang ratusan ribu orang Indonesia, puluhan ribu orang Indonesia, yang naik umroh contohnya itu tidak bisa kembali pada dewasa ini," kata Jusuf Kalla, dikutip dari Breaking News Kompas TV.
Bukan hanya itu, ekspor Indonesia ke Eropa juga akan mengalami kendala. Pasalnya situasi ini pasti menimbulkan ketakuan. Jusuf Kalla juga menyampaikan bahwa impor minyak dari Timur Tengah juga pasti akan terhenti dengan kondisi saat ini. Walaupun tidak akan langsung dirasakan, namun bisa jadi akan terasa pada satu bulan ke depan.
"Itu berarti adanya suatu logistik sistem impor ekspor di Timur Tengah ke selatan dan ke utara, ini masalah. Kita antara lain ada di selatan yang mengalami seperti itu, jadi hati-hati akan sulitnya bahan bakar dalam waktu mungkin sebulan," ujarnya. (ND)