• 2 bulan yang lalu

Menyayat hati dan sulit dibendung air mata. Di tengah hujan dan gelapnya malam, sang istri berdiri sendiri di depan makam Epy Kusnandar. Bukan mencari perhatian, melainkan mencoba berdamai dengan kehilangan yang belum sanggup diterima.Satu bulan berlalu, namun rindu justru kian terasa nyata. Doa, air mata, dan kata-kata pilu menjadi saksi betapa beratnya melepas orang yang paling dicintai. Psikolog pun menegaskan,ini bukan kelemahan,melainkan proses duka yang manusiawi Lantas sampai kapan duka ini akan berdiam di hati? Dan bagaimana cara perlahan bangkittanpa mengingkari rasa kehilangan yang begitu dalam?

DILARANG MENGGUNAKAN KONTEN CUMICUMI.COM TANPA IZIN

related videos

Tangis Karina Ziarah ke Makam Epy Kusnadar di Hari Idul Fitri | Intens Investigasi | Eps 6486
Play Button

  • Intens Investigasi
  • 1 minggu yang lalu
Karina Ranau Rencanakan Lebaran Di Makam Epy Kusnandar | Intens Investigasi | Eps 6461
Play Button

  • Intens Investigasi
  • 2 minggu yang lalu
Istri Epy Kusnadar Klarifikasi Terkait Surat Wasiat | Intens Investigasi | Eps 6073
Play Button

  • Intens Investigasi
  • 3 bulan yang lalu

related articles

Karina Ranau Tuai Pro dan Kontra Makan Sahur di Makam Epy Kusnandar

  • Hot News
  • 1 bulan yang lalu
Kekecewaan Karina Ranau ke Pihak yang Cari Untung dari Pemberitaan Epy Kusnandar

  • Hot News
  • 3 bulan yang lalu
Karina Ranau Hendak Museumkan Koleksi ‘Rongsokan’ Epy Kusnandar

  • Hot News
  • 3 bulan yang lalu