Gathan Saleh akhirnya berhasil diringkus usai menjadi buronan polisi selama 2 minggu lamanya. Saat diperiksa, Gathan Saleh mengaku melakukan penembakan dalam keadaan sadar.
Hal itu disampaikan oleh Kapolres Metro
Jakarta Timur Kombes Pol Nicolas Ary Lilpaly saat memberikan penjelasan di
kantornya, Kamis (29/2/2024).
"Hasil keterangan yang disampaikan bahwa pada
saat dia melakukan tindakannya itu, perbuatannya itu, bahwa dia sadar penuh.
Dia dalam keadaan sadar penuh," kata Kombes Pol Nicolas Ary Lilpaly.
Menurut pihak kepolisian, Gathan Saleh juga terbukti positif narkoba usai menjalani pemeriksaan tes urine.
Baca juga: Gathan Saleh Diringkus Polisi Usai 2 Pekan Jadi Buron, Terkena Pasal Percobaan Pembunuhan
"Perlu informasi juga bahwa setelah
kami lakukan pemeriksaan terhadap terduga pelaku dan kami mengecek urine-nya
dan kami sampaikan bahwa terduga pelaku positif menggunakan narkoba dan
psikotropika hasil tes urine-nya ya," tegasnya.
Kombes Pol Nicolas Ary Lilpaly mengatakan hasil
tes urine memperlihatkan jenis narkoba yang dikonsumsi Ghatan Saleh.
"Untuk narkotika jenis ganja dan
psikotropika itu berupa benzodiazepin," tambahnya.
Namun, saat ini polisi tengah fokus dalam kasus
penembakan yang dilakukan oleh Ghatan Saleh. Ghatan Saleh dituduh dengan dugaan
melakukan percobaan pembunuhan.
"Itu bukan objek perkara ya, itu kalau kita
menangani kasus narkotika itu baru objek perkara. Tapi ini objek perkaranya
percobaan pembunuhan dan atau membawa senjata api tanpa hak," kata Kombes
Nicolas Ary Lilpaly.
Untuk motif Ghatan Saleh menembak Mohammad Andika
Mowardi, dipicu saling ejek yang berawal dari WhatsApp. Namun, ada kemungkinan
Ghatan Saleh kecewa dengan Andika.
(Dnd)